News

  1. Home
  2. News
  3. Hotel Dafam Akan Hadir Di Kulonprogo
Monday, January 15, 2018

Hotel Dafam Akan Hadir Di Kulonprogo

Kulon Progo, 11 Januari 2018 – Kulon Progo sebagai kabupaten yang sedang membangun di Daerah Istimewa Yogyakarta beribukota Wates, berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul di timur, Indonesia di selatan, Kabupaten Purworejo di barat, serta Kabupaten Magelang di utara. Nama Kulon Progo secara harafiah berarti sebelah barat Sungai Progo. Kulon Progo kini mengusung branding “Gebleg Renteng” yang merupakan jajanan khas daerah, ditampilkan pada beragam bentuk, termasuk batik. Para pengrajin batik yang berpusat di desa Sembungan, Kec. Lendah merupakan home-industri yang mendukung kemajuan kabupaten ini. Kulon Progo semakin menggeliat setelah diputuskannya pemindahan bandara international Yogyakarta ke kecamatan Temon, dan telah di lakukan ground breaking oleh Presiden Republik Indonesia, dan pembangunannya terus berjalan. Atas dasar itulah PT Surabaya Mercusuar Indonesia bersama dengan PT Dafam Hotel Management di awal tahun 2018 ini memulia pengembangan bisnis di daerah ini melalui pembangunan Hotel Dafam International Airport Yogyakarta dengan konsep perpaduan bisnis dan resort.

Berlokasi di Desa Kebonrejo, Kec. Temon, Kulon Progo; pada Hari Kamis, 11 Januari 2018 telah di lakukan peletakan batu pertama Hotel Dafam International Airport Yogyakarta oleh Bupati Kulon Progo, Bapak dr. Hasto Wardoyo Sp.OG, didampingi oleh Bapak Paulus Sugianto, Bapak Yohanes, Bapak Herry Gunawan selaku investor, serta Bapak Andhy Irawan CEO PT Dafam Hotel Management (DHM), dan Bapak Handono S. Putro Managing Director PT DHM. Acara yang di hadiri oleh SKPD Pemkab Kulon Progo, Muspika Kec. Temon, perwakilan dari warga dan juga rekan-rekan media Yogyakarta. Hotel DafamInternational Airport Yogyakarta direncanakan mempunyai 200 kamar 200 dengan fasilitas meeting room, Canting restaurant, fitnes centre, spa, kolam renang, Lobby Lounge, menempati lahan seluas 4180m2 diwujudkan dalam bentuk bangunan setinggi 12 lantai.

Bupati Kulon Progo dalam sambutannya menyambut baik pembangunan yang direncanakan tersebut; “Selama ini, banyak yang menemui pemerintah kabupaten untuk berinvestasi, akan tetapi sekitar 80% hanyalah broker atau makelar, bukan investor sesungguhnya. Kami menaruh harapan besar kepada Dafam untuk turut membangun Kulon Progo, sebagai hotel berbintang yang pertama di kabupaten ini.” Pada kesempatan ini pula, beliau mengenalkan jargon “Bela Beli Kulon Progo” yang bermakna; bila hendak membela Kulon Progo, maka selayaknyalah membeli produk asli Kulon Progo; batik motif gebleg-renteng, jajanan khas, hingga air dalam kemasan yang dijual di gerai swalayan Tomira atau toko-milik-rakyat.

Sebelum peletakan batu pertama, dilakukan penandatanganan kerjasama antara PT Surabaya Mercusuar Indonesia dan PT Dafam Hotel Management yang turut disaksikan oleh Bupati Kulon Progo.